Seputarmadura.com, Sumenep, Jumat 9 Oktober 2026– Babinsa Koramil 0827/18 Kangean, Serka M. Tahir, melaksanakan pengawasan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026.
Pengawasan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut mencakup delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di kedua kecamatan.
Berdasarkan data laporan, total pelayanan yang tercatat mencapai 13.954 porsi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi data dari delapan SPPG, termasuk satu unit di Kecamatan Kangayan.
Di Kecamatan Arjasa, pengawasan dilakukan pada enam SPPG yang berlokasi di Dusun Wakaf, Dusun Pasar Baru Desa Paseraman, Dusun Ngomber Desa Laok Jang-Jang, Dusun Karang Lombi Desa Bilis-Bilis, Desa Kalikatak, dan Desa Pandeman.
Sementara itu, di Kecamatan Kangayan, pengawasan mencakup SPPG di Dusun Polaytenggi, Desa Daandung, serta SPPG di wilayah Kayuaru Timur, Desa Kangayan.
Sasaran program meliputi peserta didik dari jenjang kelompok bermain, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Salah satu SPPG di Dusun Wakaf juga mencatat sasaran penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menu yang tercantum dalam laporan bervariasi, antara lain nasi putih, telur, ayam, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, dan susu. Variasi menu tersebut berbeda pada masing-masing SPPG.
Babinsa Koramil 0827/18 Kangean, Serka M. Tahir, dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi, menekankan pentingnya pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran.
“Pengawasan ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan penyaluran MBG di wilayah Arjasa dan Kangayan, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan tertib dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Serka M. Tahir.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan program di lapangan dapat terus dipantau.
“Koordinasi dan pemantauan perlu terus dilakukan agar pelaksanaan program berjalan dengan baik. Aspek ketepatan sasaran, jumlah porsi, serta kualitas dan kelayakan makanan juga perlu menjadi perhatian,” katanya.
Program MBG merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bagi penerima manfaat. Karena itu, pengawasan pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting untuk mendukung ketertiban distribusi dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. (Red)







