Wakapolres Sumenep Pimpin Pam Kirab dan Jamasan Keris Pusaka Keraton

oleh -32 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2019/09/Wakapolres-Sumenep-Pimpin-Pam-Kirab-dan-Jamasan-Keris-Pusaka-Keraton.jpg
Wakapolres Sumenep Pimpin Pam Kirab dan Jamasan Keris Pusaka Keraton

Seputarmadura.com, Sumenep, Senin 9 September 2019- Wakapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kompol Andi Febriyanto Ali S.E, Pimpin langsung pengamanan kirab dan jamasan benda pusaka berupa keris pusaka Keraton setempat, Senin (9/9/2019).

Kegiatan sakral pada tanggal 9 bulan Syuro tahun 1441 Hijriyah ini, dimulai pada titik pemberangkatan dari Desa Aeng Tong Tong Kecamatan Saronggi, menuju Keraton Sumenep, Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota setempat. 

“Untuk Pam Kirab dan Jamasan Benda Pusaka Keraton Sumenep ini, kita dari Polres menerjunkan sekitar 100 personel,” terang Wakapolres Sumenep, Kompol Andi Febriyanto Ali S.E, Senin (9/9/2019).

Ratusan personel itu merupakan gabungan dari Polres, Polsek Kota, Polsek Saronggi dan instansi lainnya. Mereka ditempatkan di beberapa simpul untuk mengamankan jalannya kegiatan tersebut. “Kami bersyukur acaranya berjalan kondusif, aman dan lancar,” paparnya.

Acara penuh nuansa sakral tersebut, dipimpin Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi; juga dihadiri, Sekretaris Daerah Sumenep Edy Rasyiadi; Waka Polres Sumenep Kompol Andi Febriyanto Ali; Danramil Saronggi Kapten inf sutrisno; Kesultanan Kraton Sumenep RB.Abdullah; Kapolsek Sumenep Kota Akp Widiarti SH.; Kapolsek Saronggi Iptu Moh Rahmatullah; para Pimpinan OPD; Camat se Kabupaten Sumenep; Apatur Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi; Paguyuban masyarakat kelompok pengrajin keris dan paguyuban pusaka, Keluarga Keraton Sumenep, dan peserta kirab.

Sebagai pemula acara ditandai dengan penyerahan hasil bumi oleh perwakilan masyarakat Desa Aeng Tong tong kepada Wakil Bupati Sumenep. Kemudian penyerahan Keris pusaka keraton oleh dewan empu Aeng Tong tong yang diawali pembacaan mantra yoni, mantra wesi dan mantra Sir. Pemerikaan keris pusaka keraton oleh Wakil Bupati Sumenep. Selanjutnya perebutan gunungan hasil bumi yang diawali forpimda yang kemudian diikuti masyarakat.

Wakil Bupati Sumenep Ach.Fauzi, mengatakan, Jamasan dan Kirab benda pusaka berupa Keris pusaka Keraton ini bertujuan untuk mengenang tentang budaya leluhur keberadaban sejarah-sejarah kerajaan yang berada di Bumi Sumekar ini.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan tiap tahun di karenakan sudah menjadi budaya Empu, Pusaka, dan Keturunan leluhur / masyarakat,” paparnya.

Selain itu, kata Wabup, kegiatan ini juga demi mengangkat kembali serta memperkuat program pemerintah dengan hubungannya visit Sumenep 2019, sebab pada tahun 2005 keris Kabupaten Sumenep diakui sebagai warisan dunia.

“Semua ini merupakan bagian untuk memperkuat perekonomian masyarakat dan kami ingin mengenang kembali sejarah Sumenep, seperti kamaren aeng Tong tong sudah menjadi simpul pada saat era kerajaan di masa-masa kerajaan, keris ini menjadi simbol di masa saat itu dan sudah di kenal yang dimulai tahun 1970,” tuturnya.

Wabup berharap keris di Sumenep ini bisa dikenal oleh Negara tetangga dan dari keris ini bisa memperkuat ekonomi masyarakat dan dapat dilestarikan sebagai warisan leluhur para pendahulu.

“Ditinjau dari berbagai aspek, keris bukan semata identitas masa lalu, tetapi juga telah menjadi ikon ekonomi yang mampu menggerakkan dan menopang perekonomian masyarakat Sumenep,” ujarnya.

Bahkan, Wabup juga berharap di tengah derap pembangunan modern dan di tengah gempuran modernisasi di segala bidang, jangan sampai mengorbankan kekayaan budaya dan tradisi kekayaan tradisi dan budaya jangan sampai hilang.

“Sampai kapanpun kita semua yang memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Mempertahankan tradisi dan budaya setidaknya dapat dilakukan dengan dua hal yakni sosialisasi dan atraksi,” pungkasnya.

Sumenep yang saat ini akan berusia 750 tahun, mengandung sejarah luar biasa yang perlu disampaikan kepada anak cucu sebagai generasi penerus, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah-sekolah. (Yan/Nit)