Wabup Sumenep : Kontes Sape Sonok Bagian Lestarikan Warisan Budaya

oleh -7 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2019/09/Wabup-Sumenep-Kontes-Sape-Sonok-Bagian-Lestarikan-Warisan-Budaya.jpg
Wabup Sumenep, Achmad Fauzi (Baju Merah Paling Kanan), di Kontes Sape Sonok

Seputarmadura.com, Sumenep, Sabtu 21 September 2019- Kontes Sape Sonok yang diselenggaran Sabtu, 21 September 2019, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi.

Saat sambutan, Wabup mengatakan, jika kontes sape sonok ini merupakan bagian melestarikan warisan budaya leluhur, sehingga wajib untuk tetap dipertahankan.

Salah satu cara mempertahankan budaya itu yakni setiap kegiatan yang menyangkut seni dan budaya hendaknya melibatkan pelajar untuk mendorong generasi muda mencintai warisan leluhur.

“Seni dan Budaya ini warisan turun termurun. Jadi, sudha seyogyanya selalu melibatkan generasi muda seperti pelajar didalamnya. Tujuannya, agar mereka mengerti dan tahu menjaga warisan budaya tersebut,” tutur Wabup Sumenep, Achmad Fauzi, pada Kontes Sapi Sonok Memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-750 tahun 2019, di lapangan timur GOR A. Yani, Sabtu, 21 September 2019.

Wabup juga mengungkapkan, di era globalisasi saat ini memang berdampak terhadap minat remaja mencintai kesenian dan budaya daerah, padahal warisan leluhur itu sebagai aset untuk mendukung pembangunan daerah berbasis seni dan budaya melalui pariwisata.

“Sejatinya melestarikan seni dan budaya daerah sebagai penunjang sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan demi pertumbuhan ekonomi masayarakat. Jadi diharapkan harus melibatkan pelajar untuk proses regenerasi kelangsungan tumbuh kembangnya budaya lokal,” ujar pengusaha muda sukses ini.

Sapi sonok salah satu budaya dan tradisi masyarakat Madura, seperti kerapan sapi, hanya saja kerapan sapi melambangkan kekuatan dan kecepatan, sedangkan sapi sonok melambangkan kekayaan kreatifitas dan seni masyarakat, terutama menghias sapi agar tampil cantik serta terampil berjalan mengikuti irama musik saronen.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Carto, menambahkan, kontes sapi sonok adalah upaya mengembangkan seni dan budaya tradisional sebagai aset wisata, agar menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sumenep.

“Peserta kontes sapi sonok tahun ini sebanyak 60 pasang sapi dari berbagai desa di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (Nit)