Seputarmadura.com, Sumenep, Minggu 26 Juli 2026– Suara mesin bor terus memecah keheningan di Dusun Morasen, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu, 26 Juli 2026. Sedikit demi sedikit, harapan warga untuk memiliki akses air bersih mulai menemukan jalannya.
Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat dalam Karya Bakti Skala Besar (KBSB) Tahun 2026, Kodim 0827/Sumenep melanjutkan pembangunan sumur bor yang hingga hari kedua telah mencapai kedalaman 50 meter. Sebanyak 12 meter dikerjakan pada Sabtu (25/7), kemudian bertambah 38 meter pada Minggu.
Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan, Kopda Domairi Efendi, mengatakan setiap meter pengeboran membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menanti ketersediaan air bersih.
“Kami ingin program ini benar-benar menjawab kebutuhan warga. Semoga tidak lama lagi air bersih bisa mengalir dan dimanfaatkan bersama, terutama saat musim kemarau,” ujar Kopda Domairi.
Menurutnya, kehadiran TNI dalam program tersebut bukan hanya mengawal proses pembangunan, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau warga nanti bisa mendapatkan air dengan lebih mudah, itu menjadi kebahagiaan bagi kami. Itulah tujuan dari kegiatan bakti ini,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Nurul Fadiah, pemilik lahan yang menjadi lokasi pengeboran. Ia mengaku setiap perkembangan pekerjaan selalu dinantikan karena warga sudah lama menginginkan sumber air yang lebih dekat.
“Setiap hari kami melihat proses pengeboran dan terus berharap air segera keluar. Rasanya seperti menunggu kabar baik yang akan membawa manfaat untuk banyak orang,” ucap Nurul.
Bagi Nurul, sumur bor itu bukan hanya dibangun untuk keluarganya, tetapi menjadi harapan bersama warga sekitar.
“Kalau nanti berhasil, kami ingin airnya bisa dimanfaatkan bersama. Semoga ikhtiar ini menjadi jalan agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” tuturnya.
Proses pengeboran melibatkan tim yang dipimpin Anwari bersama dua teknisi dari Kecamatan Ambunten. Hingga akhir kegiatan, seluruh pekerjaan berlangsung aman, lancar, dan akan terus dilanjutkan hingga mencapai sumber air yang layak dimanfaatkan masyarakat. (Red)





