Tunjang Proses Pendidikan, Disdik Sumenep Programkan Penggunaan IT Berakhlakul Karimah

oleh -0 views
Kepala Dinas Penddidikan (Disdik) Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si

Seputarmadura.com, Sumenep, Kamis 9 Mei 2019- Demi menunjang proses pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur, nemprogramkan penggunaan informasi teknologi (IT) yang sudah menjadi kebutuhan mendasar.

Negara-negara dengan sistem Pendidikan terbaik saling bersaing dalam menciptakan dan mengembangkan teknologi untuk menunjang proses Pendidikan.

Kepala Dinas Penddidikan (Disdik) Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, pada sistem Pendidikan Berbasis IT ini, tenaga pendidik sudah di tuntut untuk menggunakan media video, digital audio dan e-book dalam membuat tutorial pembelajaran. Tutorial yang dimaksud bukan hanya mengenai materi seperti penggunaan software. Materi-materi pelajaran juga dijelaskan dengan memanfaatkan visualisasi materi berupa video, audio dan gambar (image).

“Media tutorial bisa didistribusikan dengan mudah melalui media elektronik seperti komputer dan gadget. Tutorial yang dibuat menjadi produk digital dapat menggantikan cara mengajar konvensional dimana guru menerangkan di depan kelas dan menjadikan papan tulis sebagai satu-satunya alat peraga” katanya, Kamis (9/5/2019).

Ia menerangkan, dengan teknologi media tutorial, kebutuhan pendidik untuk proses mengajar dapat lebih terpenuhi dan membantu murid menangkap isi materi pelajaran lebih mudah.

“Hal ini dikarenakan media tutorial dapat menggunakan bantuan software komputer untuk membuat contoh-contoh, gambar-gambar, simulasi-simulasi materi pelajaran agar lebih jelas dan lengkap,” ujarnya.

Lanjut, Bambang Irianto, penggunaan teknologi komunikasi adalah salah satu faktor penting untuk memperlancar komunikasi antar individu dalam proses Pendidikan. Contoh teknologi komunikasi termasuk handphone, gadget dan internet yang didalamnya terdapat aplikasi-aplikasi yang berfungsi untuk chat, SMS, video conference, mailing list dan sebagainya.

Media sosial adalah bagian dari teknologi komunikasi dimana orang dapat berkomunikasi secara terbuka dan online. Materi-materi digital pendidikan juga didistribusikan secara rutin melalui media-media komunikasi tersebut.

“Informasi seperti kegiatan-kegiatan, materi pelajaran dan ide-ide pemikiran mengenai Pendidikan disampaikan secara meluas menggunakan teknologi website, blog, vlog, wiki, online forum dan sebagainya,” terangnya.

Belajar secara online merupakan pilihan yang tepat untuk menggantikan keterbatasan waktu dan tempat. E-learning biasanya menggunakan teknologi web melalui pengembangan aplikasi-aplikasi Pendidikan.

Dalam sistem e-learning juga dikenal istilah Learning Management Systems (LMSs). LMSs adalah teknologi untuk melakukan penilaian-penilaian, analisa dan laporan perkembangan secara digital, bisa secara online maupun offline. Biasanya LMSs sudah termasuk dalam program-program e-learning.

“Teknologi e-learning dimanfaatkan untuk men-transfer materi pelajaran dan melakukan kegiatan-kegiatan tes atau ujian,” terangnya.

Dengan cara ini diharapkan murid bisa lebih tertarik untuk belajar dan mempelajari segala sesuatu dengan lebih mudah.

Teknologi website juga dimanfaatkan untuk membangun sistem keterbukaan laporan keuangan lembaga-lembaga Pendidikan pemerintah agar masyarakat luas dapat turut menilai. Namun, hal itu dibutuhkan biaya yang besar untuk membangun sebuah sistem berbasis teknologi yang komprehensif dan merata ke seluruh wilayah.

Selain itu pula, tantangannya adalah dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pendidik yang harus menguasai perkembangan teknologi, dibutuhkan juga developer atau programmer-programmer yang handal.

“Yang tidak kalah penting adalah peningkatan mental dan moral pejabat dan seluruh elemen dalam Pendidikan untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi,” tuturnya.

Perlengkapan teknologi yang lengkap, terkini dan mutakhir adalah salah satu faktor penunjang utama untuk membangun sistem Pendidikan berbasis teknologi. Akan tetapi, Kepala Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si, yang baru dilantik pada tanggal 25 April 2019 pekan lalu optimis Sumenep mampu menerapkan Pendidikan Berbasis IT dan Ahklakul Karimah.

“Langkah langkah yang harus dilakukan untuk menguatkan pendidikan yang berbasis IT diantaranya harus melakukan upaya-upaya mengajarkan pendidikan agama, sehingga dekadensi yang sebelumnya turun akan mengalami progres yang baik,” ucapnya.

Bambang, juga menegaskan budaya lokal juga harus tetap di jaga dengan kuat, sebab budaya lokal sendiri mampu membendung dampak adanya kecanggihan IT.  Selain itu juga dikuatkan dengan akhlakul karimah atau etika yang baik.

“Kita bisa berpikir kemajuan IT tapi ketika mereka punya akhlakul yang baik, insya Allah bisa memilih dan memilah terhadap kepentingan itu sendiri,” pungkasnya. (Nit)