DPRD Sumenep Bakal Kerja Maksimal Tuntaskan Pembahasan Raperda

oleh -0 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2019/05/DPRD-Sumenep-Bakal-Kerja-Maksimal-Tuntaskan-Pembahasan-Raperda.jpg
H. Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep

Seputarmadura.com, Sumenep, Rabu 8 Mei 2019- DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal bekerja maksimal guna menuntaskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), karena ditargetkan selesai sebelum masa jabatan anggota DPRD Sumenep Periode 2014-2019 berakhir.

“Kami berupaya semaksimal mungkin sebelum masa jabatan berakhir, semua Raperda selesai. Kami tidak ingin menyisakan masalah bagi anggota DPRD yang baru,” kata H. Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep.

Ia menuturkan, ada sebanyak 16 Raperda yang masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Properda) 2019, perinciannya delapan merupakan inisiatif dari legislatif, sedangkan delapan sisanya merupakan prakarsa eksekutif.

Raperda inisiatif legislatif, antara lain, raperda tentang penyusunan pedoman laporan kepala daerah, pengelolaan milik daerah, perlindungan dan pemberdayaan nelayan, dan penataan drainase perkotaan.

Selain itu, ada juga raperda tentang penyelenggaraan jalan, pelayanan ketenagakerjaan, penanggulangan kemiskinan, dan penyelenggaraan perpustakaan.

Sementara delapan raperda usulan eksekutif, di antaranya raperda tentang peraturan desa, rencana detail tata ruang wilayah perkotaan Bluto, Saronggi, Pragaan Tahun 2018-2038, dan raperda cadangan pangan Pemkab Sumenep.

Kemudian, raperda tentang perda Nomor 16 Tahun 2018 tentang retribusi jasa umum dan tentang kepemudaan, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2018 dan perubahan APBD Tahun 2010, dan terakhir raperda APBD Tahun anggaran 2020.

Tidak hanya itu, kata Herman, DPRD juga akan menyelesaikan pembahasan Raperda sisa tahun 2018. “Semuanya pasti kami selesaikan,” tegasnya.

Saat ini yang tengah dilakukan pembahasan adalah Raperda tentang desa. Sebab, Raperda tersebut dinilai sangat urgen mengingat tahun ini di Sumenep akan menggelar Pemilihan Kepala Desa serentak.

“Nah, kalau ini tidak selesai nanti mau gimana, jadi harus selesai,” tukasnya. (Yan/Nit)