Transformasi Digitalisasi Satu Sehat Sedang Dirampungkan RSUDMA Sumenep

oleh -25 views
Direktur RSUDMA Sumenep dr. Erliyati.

Seputarmadura.com, Sumenep, Rabu 21 Februari 2024 Transformasi digitalisasi sebagai platform Satu Sehat saat ini sedang dirampungkan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Sekarang kami sedang bersiap menuju rumah sakit Satu Sehat. Dalam artian kami merampungkan untuk bertransformasi menuju digitalisasi,” kata Direktur RSUDMA Sumenep dr. Erliyati.

Transformasi digitalisasi kesehatan itu dalam bentuk e-rekam medik yang berlaku secara nasional.

“Tujuannya, demi mempermudah pasien dalam menjalani pelayanan kesehatan yang terintegrasi,” tuturnya.

dr. Erli menuturkan, Satu Sehat merupakan platform penghubung sistem yang mengintegrasikan data kesehatan individu antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam bentuk Rekam Medis Elektronik (RME).

Hal ini guna mendukung interoperabilitas data kesehatan melalui standarisasi dan digitalisasi.

Menurutnya, layanan kesehatan di Indonesia sendiri terus bertransformasi menuju sistem kesehatan yang kuat, tangguh dan terintegrasi.

Salah satunya dengan melakukan integrasi data rekam medis pasien di fasilitas pelayanan kesehatan ke dalam satu platform Indonesia Health Services (IHS) yang diberi nama SATU SEHAT dan secara resmi di luncurkan oleh Kemenkes RI.

Sementara manfaat dari Satu Sehat yakni rekam medis seluruh pasien terintegrasi dalam satu aplikasi, sehingga akan memudahkan untuk memeriksa kesehatan di mana pun berada.

“Data-data kesehatan sudah terekam, jadi misal warga Sumenep mau periksa di Surabaya atau di Jakarta, di sana tinggal ngecek NIK pasien, riwayat penyakit akan terlihat nanti,” urainya.

Ia mengungkapkan, saat ini segala prasarana tengah dirampungkan. Dia mengklaim pada bulan Maret 2024 RSUDMA Sumenep sudah terkoneksi dengan Kemenkes RI.

“Jadi pasien nanti tidak perlu bolak balik periksa, sekali periksa riwayat medisnya sudah terekam. Dan program Satu Sehat ini wajib bagi semua fasilitas kesehatan baik untuk dokter praktek mandiri maupun umum,” tukasnya.

Sekedar informasi, platform Satu Sehat merupakan perwujudan dari pilar keenam transformasi sistem kesehatan, yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan yang diinisiasi oleh Kemenkes RI.

Platform ini juga diharapkan mendukung implementasi lima pilar transformasi sistem kesehatan lainnya seperti transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan dan transformasi SDM kesehatan yang saat ini juga sedang berjalan.

Dalam mengembangkan platform ini, Kemenkes RI mengadopsi model infrastruktur Platform-as-a-service (PAAS) yang menghubungkan seluruh ekosistem pelaku industri kesehatan untuk menciptakan satu data kesehatan nasional yang dapat diandalkan.

Nantinya  platform ini akan menjadi penghubung antar platform aplikasi yang beragam pada berbagai pelaku industri kesehatan.

Untuk itu, semua aplikasi maupun fasilitas pelayanan kesehatan seperti RS vertikal, RS pemerintah, RS swasta, Puskesmas, Posyandu, laboratorium, klinik hingga apotek harus mengikuti standar yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan RI di platform Satu Sehat.

Begitu juga dengan tenaga kesehatan, dengan adanya platform Satu Sehat, nakes tidak perlu menginput data berulang pada aplikasi yang berbeda.

Cukup mengisi di satu aplikasi yang secara otomatis terhubung dengan aplikasi kesehatan lainnya. (Ifa/Hen)