PPDB Tingkat SD di Sumenep Tahun Ajaran 2019-2020 Pakai Sistem Online dan Offline

oleh -2 views
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

Seputarmadura.com, Sumenep, Minggu 23 Juni 2019- Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memakai dua sistem yang dipadukan, yakni sistem Daring (Online) dan Luring (Offline).

Kepala Disdik Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si, mengatakan, saat ini merupakan era digital, sehingga sistem yang dipakai pada PPDB tahun 2019 menggunakan dua sistem yang dipadukan.

“Kita mengikuti perkembangan tekhnologi. Makanya PPDB tahun ini kita padukan sistemnya antara online dan offline,” ujarnya, Minggu (23/6/2019).

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD, Fajarisman, memaparkan, untuk SD saat ini domainnya adalah offline, tetapi sekarang era tekhnologi 4.0 (For Poin Zero, red) dan era industrialisasi, sehingga dipadukan Daring (Online) dan luring (Offline).

“Untuk SD memang ada padukan Daring dan Luring. Tahun depan Insyaallah sudah daring semua,” tutur Fajarisman.

Ia memaparkan, sistematika PPDB online tingkat SD hanya bisa diterima melalui dua aspek saja, sebab jalur prestasi SD masih menjadi pertimbangan masuk sekolah dari TK maupun RA.

“Tingkat SD tidak mengenal prestasi, karena TK dan RA tidak wajib sebagai dasar untuk menjadi pertimbangan masuk sekolah, tetapi kalau yang SMP ketiga jalur itu di efektifkan,” paparnya.

Berdasarka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51, tanggal 31 Desember tahun 2018, sebagai dasar dari pelaksanaan PPDB 2019-2020 yang diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 25, tanggal 27 Maret tahun 2019, tentang PPDB dijelaskan bahwa tahun 2019 meliputi tiga jalur.

Ketiga jalur itu yakni jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan domisili. Itu semuanya akan menjadikan rujukan dalam rangka pelaksanaan PPDB di RA.

“Persentase ketiga jalur tersebut dapat dihitung, misalnya zonasi 90 persen, jalur prestasi 5 persen, jalur kepindahan 5 persen jadi totalnya 100 persen,” pungkasnya. (Nit)