Seputarmadura.com, Sumenep, Rabu 1 April 2026– Omset miliaran rupiah yang diraup H. Supriyadi atau biasa disapa H. Adi owner Rokok Makayasa, tidak membuatnya haus kemewahan. Kehidupan sederhana yang menjadi pilihan untuk dijalaninya mencuri perhatian publik.
Bukan gaya glamor yang ditunjukkan, justru kesederhanaan. Meskipun memiliki omset miliaran setiap bulan, pengusaha industri Rokok Makayasa ini tetap memilih untuk mengendarai motor dengan tahun buatan yang terbilang cukup lama.
Kendaraan sederhana itu menjadi pilihan utama dalam menunjang mobilitasnya setiap hari. Bahkan ia mengaku hingga saat ini belum memiliki kendaraan Sultan seperti mobil dan lainnya.
Tak hanya itu, ketika harus bepergian ke luar kota, H. Adi memilih menggunakan transportasi umum seperti travel dan bus. Keputusan itu diambil sebagai bentuk kesederhanaan hidupnya.
“Pebisnis sejati bukan yang baru bangun usaha langsung hidup glamor seperti sultan dadakan,” kata H. Adi kepada media. Rabu, 1 April 2026.
Lebih lanjut, H. Adi menegaskan, seorang pengusaha harus fokus membangun pondasi bisnis yang kuat sejak awal terlebih dahulu. Sistem dan manajemen menjadi hal utama sebelum menikmati hasil usaha.
“Yang penting itu membangun sistem, manajemen, dan bisa memberi kehidupan layak bagi banyak orang terlebih dahulu, baru bisa menikmati hasil bisnis kita,” tandasnya.
Diketahui, H. Adi resmi memulai usaha rokok Makayasa dibawah naungan PR. Mahaputra Nusantara miliknya sejak 13 Desember 2023 kemarin. Dalam waktu relatif singkat, bisnisnya berkembang pesat dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki sekitar 180 karyawan. Mereka terdiri dari tim produksi hingga tenaga marketing yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurutnya, laba bersih usaha yang dijalankan kini mencapai vase miliaran rupiah per bulan. Angka tersebut menjadi bukti keseriusan dalam membangun bisnisnya.
Meski demikian, H. Adi tetap memilih menjalani hidup sederhana. Baginya, kesuksesan tidak harus ditunjukkan dengan kemewahan, melainkan manfaat bagi sesama.
“Pengusaha sejati itu mampu memberikan dampak dan manfaat bagi orang lain terlebih dahulu,” tegasnya.
Ke depan, H. Adi juga memiliki visi besar dalam mengembangkan bisnisnya. Yakni; melalui konsep Social Impact System yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam tiga tahun mendatang, H. Adi menargetkan mampu menghidupi 6.000 karyawan. Selain itu, juga membantu 6.000 anak yatim dan 6.000 dhuafa.
Tak hanya itu, H. Adi juga bercita-cita ingin membiayai 6000 santri untuk mencari melalui program sosial yang terintegrasi dengan bisnis yang dijalankannya.
Dengan komitmen tersebut, H. Adi berharap bisnis yang dibangun tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. (Red)





