ESDA Sumenep Duduk Bareng SKK Migas dan KKKS Bahas CSR

oleh -4 views

Seputarmadura.com, Sumenep, Rabu 25 November 2020- Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, duduk bareng SKK Migas Jabanusa dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) saat sosialisasi CSR kemigasan, Rabu, 25 November 2020.

Kepala Bagian ESDA Setdakab Sumenep, Mohammad Sahlan, mengatakan, pihaknya terus mendorong perusahaan migas agar mengalokasikan dana CSR setiap tahunnya.

“Kalau bisa ya terus bertambah. Hal itu untuk kesejahteraan masyarakat. Kita bersyukur dana CSR selama ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang tinggal di wilayah eksploitasi,” ujar Sahlan.

Acara sosialisasi CSR kemigasan juga diisi tanya jawab antara warga dan stakeholder migas.

“Kita terus mengevaluasi target dan capaian CSR yang telah disalurkan,” pungkas Sahlan.

Sementara SKK migas mengapresiasi pelaksanaan program CSR dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang beroperasi di Sumenep.

“Kami tadi mendengar sendiri kesaksian warga di Pulau Giligenting. Program CSR disana ternyata sudah dirasakan manfaatnya. Ada peningkatan penghasilan yang berarti peningkatan kesejahteraan,” kata Kepala Perwakilan SKK migas Jabanusa, Nurwahid.

Selama ini CSR kemigasan terus disalurkan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi eksploitasi migas.

“CSR itu harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Jadi semua bantuan dan hibah yang disalurkan harus di dokumentasikan,” tutur Nurwahid.

“Kalau sudah ada daerah yang merasakan manfaat CSR, kami berharap yang seperti ini bisa memacu daerah lain untuk membuat program yang lebih bagus dan berdampak langsung pada masyarakat,” terangnya.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Sumenep ada 4 KKKS yang beroperasi. Dua diantaranya sudah produksi KEI dan Medco (dulu santos: red). Sedangkan dua KKKS lainnya masih dalam tahap eksplorasi, yakni HCML dan EML.

KKKS ini sudah memberikan CSR atau program pengembangan masyarakat (PPM). Bahkan dua KKKS yang masih belum produksi itupun sudah memberikan CSR, meski jumlahnya tidak sebesar yang sudah produksi,” paparnya.

Ia mengakui, di awal masa pandemi pelaksanaan CSR sempat tersendat sekitar 3 bulan. Namun setelah itu mulai berjalan kembali. Rata-rata hampir setiap KKKS telah melaksanakan program CSR 100 persen.

“Sudah hampir tuntas terealisasi CSR nya. Laporannya tadi Medco sudah hampir 100 persen. Yang lain juga hampir sama lah realisasinya,” tukas Nurwahid. (Nt)