Seputarmadura.com, Sumenep, Senin 13 April 2026– Gerakan percepatan tanam padi dan jagung hibrida digelar di Dusun Tekay, Desa Legung Barat, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Senin, 13 April 2026, sebagai langkah menghadapi potensi dampak El Nino sekaligus mendukung ketahanan pangan 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.25 WIB tersebut dihadiri sekitar 200 orang dari unsur pemerintah daerah, TNI dari Koramil 0827/14 Batang Batang, Polsek Batang Batang, serta para petani dan kelompok tani setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penanaman bibit padi dan jagung hibrida secara simbolis oleh para peserta. Selain itu, juga dilakukan pemberian santunan kepada lima anak yatim.
Pada tahap awal penanaman hari ini mencapai 53 hektar. Sementara untuk tahap berikutnya direncanakan pengembangan lahan padi seluas 1 hektare dan jagung 0,2 hektar.
Namun, petani masih menghadapi kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan air akibat gangguan pencemaran pada sumber pengeboran.
Bati Tuud Koramil 0827/14 Batang Batang, Pelda Miriyanto, mengatakan bahwa TNI akan terus hadir mendampingi petani dalam setiap tahapan pertanian guna memastikan program berjalan optimal.
“Kami akan terus turun langsung ke lapangan untuk mendampingi petani, mulai dari proses tanam hingga panen, agar target ketahanan pangan tetap tercapai meski dihadapkan pada kondisi El Nino,” ujar Pelda Miriyanto.
Ia juga menegaskan pentingnya percepatan tanam sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi hasil pertanian.
“Percepatan tanam ini menjadi kunci agar siklus produksi tidak terganggu. Kami bersama petani terus berupaya menjaga produktivitas lahan di tengah keterbatasan yang ada,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti persoalan ketersediaan air yang menjadi keluhan utama petani di wilayah tersebut.
“Kendala air ini perlu menjadi perhatian bersama. Diperlukan solusi yang tepat agar kebutuhan irigasi petani tetap terpenuhi dan tidak menghambat proses tanam,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan percepatan tanam dapat menjaga stabilitas produksi pangan serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep. (Red)





