Wabup Sumenep Menilai Ajang LDN Jadi Pintu Masuk Atlit Sepakbola Daerah

oleh -0 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2019/07/Wabup-Sumenep-Menilai-Ajang-LDN-Jadi-Pintu-Masuk-Atlit-Sepakbola-Daerah-.jpg
Wabup Sumenep, Achmad Fauzi Didampingi Sesditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendesa PDTT RI, Ir. Rosyidah Rachmawaty, MM, Melakukan Tendangan Bola Pertama (Kick Off) Menandai Dimulainya Kompetisi LDN 2019.

Seputarmadura.com, Sumenep, Rabu 10 Juli 2019- Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi, menilai ajang Liga Desa Nusantara (LDN) 2019, yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI menjadi pintu masuk lahirnya atlit sepak bola di daerah.

Pagelaran pencarian bibit prestasi di bidang olahraga sepakbola ini, dimulai sejak tanggal 6-14 Juli 2019, yang dibuka di Lapangan Mitra Kebunagung, Kecamatan Batuan.

“Kami berharap para peserta supaya bisa memanfaatkan kegiatan itu sebagai pembangunan desa di bidang olah raga untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola di daerah. Sebab, pembangunan daerah tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur saja melainkan di semua sektor,” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menuturkan, di daerah termasuk Sumenep pasti ada mutiara pesepak bola terpendam, yang bisa diorbitkan sebagai atlit sepak bola berkualitas.

“Ini ajang yang sangat tepat. Saya yakin dengan pembinaan dan kompetisi berkelanjutan pasti lahir pesepak bola profesional ahli mengocek bola yang berprestasi di tingkat nasional di masa mendatang,” ujarnya.

LDN Seri Madura 2019 digelar sejak tanggal 6 – 14 Juli 2019, diikuti sebanyak 16 tim atau desa se-Kabupaten Sumenep, dua tim diantaranya dari kepulauan yakni Desa Gedugan Kecamatan (Pulau) Giligenting dan Desa Talango Kecamatan (Pulau) Talango.

Wakil Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah guna menggeliatkan sepak bola di Kabupaten Sumenep memprogramkan berbagai kompetisi sepak bola Kelompok Umur (KU) mulai tingkat Kecamatan hingga Kabupaten.

“Kami telah berkomunikasi dengan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sumenep untuk mengagendakan kompetisi seperti U-12, pelajar dan kompetisi lainnya,” pungkas suami Nia Kurnia ini.(Nit)