Usai TMMD Reguler 110 Sumenep, Babinsa Dasuk Lanjutkan Pendampingan Belajar

oleh -10 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2021/04/Usai-TMMD-Reguler-110-Sumenep-Babinsa-Dasuk-Lanjutkan-Pendampingan-Belajar.jpg
Usai TMMD Reguler 110 Sumenep, Babinsa Dasuk Lanjutkan Pendampingan Belajar

Seputarmadura.com, Sumenep, Senin 5 April 2021- TMMD Reguler 110 Kodim 0827/Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang sudah lima hari resmi di tutup di Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Serda Mariyono yang merupakan Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk, mulai aktif kembali mendampingi kegiatan di desa binaannya, yaitu Desa Dasuk Laok.

Terlihat dirinya memotivasi kegiatan belajar-mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah, Dusun Barakma, Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Senin, 5 April 2021.

Disampaikan Serda Mariyono, kehadiran Babinsa tidak hanya melihat-lihat saja, namun memberikan motivasi belajar kepada anak-anak didik Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah yang merupakan Lembaga Pendidikan Islam Anak Usia Dini di desa binaannya itu.

“Kita juga harus peduli dan ikut berkontribusi di bidang pendidikan, karena mencerdaskan generasi bangsa merupakan tanggung jawab bersama, terlebih di situasional Covid-19,” tuturnya.

Mariyono juga mengatakan, dengan tetap belajar di saat diliburkan sekolah terkait pandemi, diharapkan anak-anak Desa Dasuk Laok tetap percaya diri untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya.

“Mereka adalah generasi penerus saat ini, sehingga kemajuan bangsa ini kedepan ada di tangan mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Winarti (45) yang merupakan wali kelasnya, mengaku bangga dan berterima kasih atas pendampingan terhadap 40 anak didiknya, yang saat ini sedang mempelajari membaca Al Quran, hafalan asmaul husna, tata cara sholat, dan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

“Kami berterima kasih atas upaya Babinsa yang sangat peduli kepada siswa kami dan mengingatkan untuk tetap patuh terhadap Prokes (Protokol Kesehatan) dalam menjalankan proses belajar mengajar,” terangnya.

Menurutnya, memang benar apa yang dikatakan Babinsa Serda Mariyono, bahwa dengan murid sebanyak 40 orang maka kelas harus dibagi menjadi empat kelompok. Hal itu untuk mentaati protokol kesehatan tentang jaga jarak atau physical distancing. (Red)