Pemuda Bisu di Sumenep Tewas Gantung Diri

oleh -16 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2019/07/Pemuda-Bisu-di-Sumenep-Tewas-Gantung-Diri.jpg
Petugas Mendatangi Rumah Pemuda Bisu Yang Tewas Gantung Diri

Seputarmadura.com, Sumenep, Selasa 9 Juli 2019- Haerul Anam, pemuda bisu berusia 30 tahun, warga Desa Pagarbatu RT 005 RW 02 Dusun Pagarbatu, Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tewas gantung diri di rumahnya, sekira pukul 11.00 Wib, Selasa (9/7/2019).

“Korban ditemukan gantung diri oleh bapaknya Sahibul Hasan, 52 tahun, di kusen pintu ruang tengah rumah tepatnya depan kamar mandi,” kata Kasubbag Humas AKP Widiarti S., Selasa (9/7/2019).

Kronologis kejadian tersebut, berawal ketika bapak korban saat hendak membangunkan korban selaku anaknya sendiri bernama Haerul Anam ( Bisu ) untuk makan siang. Namun, betapa terkejutnya, ketika masuk kedalam rumah dirinya melihat korban ditemukan dalam keadaan dantung diri di kusen pintu ruang tengah rumah tepatnya depan kamar mandi.

“Korban diketahui gantung diri dengan menggunakan sarung yang diikatkan ke kayu tengah kusen pintu rumah, dan saat ditemukan oleh saksi-saksi sudah dalam keadaan tidak bernyawa, posisi badan menghadap ke Selatan yang tidak jauh dibelakangnya terdapat kursi plastik,” paparnya.

Adanya kejadian tersebut, bapak korban merasa shock dan segera memanggil Istrinya Juhana, 48 tahun, sehingga keduanya segera menurunkan badan korban dan ditaruh ditempat tidur. Selanjutnya, aparat desa melaporkan peristiwa itu ke Polsek Saronggi.

“Atas kejadian itu, Forkopimcam Saronggi bersama petugas Polsek dan Puskesmas setempat mendatangi lokasi,” ujarnya.

Widiarti juga mengungkapkan, petugas Puskesmas Saronggi melakukan visum luar terhadap jenazah yang sudah diturunkan oleh orang tuanya dan ditaruh di tempat tidur korban. Sedangkan petugas Polsek Saronggi memintai keterangan sejumlah saksi.

“Petugas mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 lembar sarung warna hijau muda, baju korban yg digunakan saat gantung diri, dan sarung korban yang digunakan saat gantung diri,” tukasnya.

Sesuai keterangan dari orang tua korban, bahwa korban bisu sejak lahir. Dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, karena menganggap bahwa penyebab kematian korban murni bunuh diri atau tidak ada unsur kesengajaan dari pihak lain.

“Pihak keluarga korban membuat Surat Pernyataan bahwa menolak dilakukan proses hukum ataupun otopsi Dalam, dan dapat menerima kejadian tersebut murni musibah dari Allah SWT,” pungkasnya. (Yan/Nit)