Ketua Kadin Sumenep Menilai Operasi Pasar Kurang Menyentuh Sumber Masalah

oleh -1 views
Ketua Asosiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar

Seputarmadura.com, Sumenep, Jumat 17 Mei 2019- Kegiatan operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, dinilai kurang menyentuh sumber masalah.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar. Menurutnya, selama ini operasi pasar hanya digelar pada moment-moment tertentu seperti Bulan Ramadhan, lebaran, atau hari – hari besar lainnya.

“Kami menilai operasi pasar yang digelar itu hanya birsifat sementara dan kurang efektif. Sehingga tidak bisa menyentuh hingga ke sumber masalahnya,” terang Hairul, Jumat (17/5/2019).

Apalagi, kekuatan anggaran yang disediakan pemerintah untuk operasi pasar sangat terbatas. Sehingga tidak mungkin operasi pasar bisa bertahan hingga berbulan – bulan.

“Operasi pasar itu tujuannya baik, yakni untuk menjaga stabilitas harga setiap momen-momen tertentu. Tapi dekali lagi, itu tidak menyentuh ke akarnya,” tukasnya.

Meski demikian, ia mengaku bersyukur atas diadakannya operasi pasar, setiap kali terjadi lonjakan harga. Namun perlu disadari, jika operasi tersebut tidak dilakukan secara terus menerus, mengingat keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah.

Sementara lonjakan harga, akan terus muncul setiap saat, tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

“Bisa saja naiknya harga – harga dipasaran karena naiknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Sebab komiditi kita masih banyak yang impor,” paparnya.

Berbeda dengan stabilitas harga yang terjadi di Kepulauan Sumenep, yang naik turunya ditentukan oleh cuaca laut. Apabila cuaca laut stabil, maka semua harga – harga di kepulauan juga stabil.

Namun sebaliknya, bila cuaca laut sedang ekstrem, spontan harga – harga di kepulauan Sumenep naik tak terkendali.

“Kalau Kepulauan di Sumenep hanya butuh lumbung pangan semacam gudang sembako saja, untuk menyimpan kebutuhan pokok dikala cuaca buruk di lautan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menekan pemerintah daerah untuk segera menyediakan lumbung pangan, yang khusus menampung sejumlah kebutuhan pokok masyarakat kepulauan.

Sebab menurutnya, hal itu akan sangat bermanfaat untuk mengatasi terjadinya lonjakan harga, yang bisa datang setiap saat khususnya saat cuaca laut ekstrem.

“Lumbung pangan penting dibangun pemerintah dikepulauan. Sebab dengan operasi pasar saja tidak cukup untuk mengatasi lonjakan harga, yang bisa datang kapan saja. Kalau ada lumbung pangan kan enak, tinggal mengeluarkan barang – barang yang disimpan didalamnya dan menjualnya ke warga, saat terjadi lonjakan harga. Tapi menjualnya ya harus dengan harga yang stabil dong,” pungkasnya. (Yan/Nit)