Bupati Sumenep : PAUD Menjadi Penjajakan Awal Dunia Pendidikan

oleh -0 views
https://seputarmadura.com/wp-content/uploads/2019/08/Bupati-Sumenep-PAUD-Menjadi-Penjajakan-Awal-Dunia-Pendidikan.jpg
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim

Seputarmadura.com, Sumenep, Sabtu 3 Agustus 2019- Pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi penjajakan awal dunia pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Dan keberhasilannya tentu  tidak lepas dari peran pendidik PAUD, karena tugasnya mengasuh, merawat dan mendidik anak untuk intelegensi dan karakter.

Hal itu diungkapkan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, pada pertemuan rutin Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) se-Jawa Timur, di Pendopo Keraton Sumenep, Sabtu (3/8/2019).

Bupati juga mengatakan, pemerintah daerah sangat apresiatif terhadap komitmen dan perjuangan HIMPAUDI dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak. Keberadaan PAUD ini memang untuk melahirkan generasi emas pemimpin masa depan bangsa, agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara fisik dan cerdas secara intelegensi.

“PAUD membutuhkan tangan-tangan terampil seorang pendidik untuk mencetak anak yang cerdas, beriman dan berkarakter, sehingga melahirkan generasi emas berkualitas,” terang Bupati Sumenep, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Bupati, pada dasarnya PAUD ini berperan aktif dalam mencetak aset generasi bangsa berkualitas di masa depan. “Kami berharap, dalam PAUD tidak hanya sekedar mendidik anak menjadi cerdas semata, namun juga memperkuat pendidikan karakter, supaya mereka tumbuh menjadi generasi berakhlaqul karimah, cerdas dan menjunjung tinggi nilai dan budaya daerah,” pintanya.

Sementara Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro mengungkapkan, pertemuan rutin ini sangat positif sebagai wadah transfer ilmu dan inovasi di bidang PAUD yang perlu disebarluaskan dan ditiru oleh daerah lainnya, sebab melalui transfer dan pertukaran inovasi semakin memajukan pendidikan anak usia dini di Jawa Timur.

“Namun, yang jelas setiap daerah untuk melakukan inovasi itu, harus menyesuaikan dengan identitas daerah, kekhasan budaya, tipologi masyarakat, karakter daerah dan kekuatan anggarannya,” ujarnya.

Sampai saat ini, di Kabupaten Sumenep ada 1.083 layanan lembaga PAUD dengan rincian TK sebanyak 498 lembaga, Kelompok Bermain sebanyak 560, tempat penitipan anak sebanyak 7 lembaga dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) sebanyak 18 lembaga.

“Jumlah siswa layanan PAUD mencapai 26 ribu 939 siswa yang dibina oleh 2.933 pendidik PAUD,” pungkasnya. (Yan/Nit)