Korp PMII Putri Bangkalan Bahas Gender Dalam Persepektif Islam

oleh -0 views
Korp PMII Putri Bangkalan Bahas Gender Dalam Persepektif Islam

Seputar Madura Bangkalan, 21 Agustus 2016- Isu bias gender dan stereotip ketidakadilan dan diskriminasi bagi perempuan baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, bahkan sampai tingkatan rumah tangga rupanya tidak dibiarkan begitu saja oleh mahasiswi aktivis bangkalan.

Hal itu dibuktikan sejak jumat 19 Agustus 2016 hingga hari ini Ahad 21 Agustus 2016 mahasiswi yang tergabung dalam organisasi Korp PMII puteri (KOPRI) PK.STAMIDIYA dibawah naungan KOPRI PC Bangakalan menyelenggarakan sekolah Islam Gennder (SIG) di Komisariat Stamidiya Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari 3 malam itu bertujuan untuk membuka wawasan bagi kader-kader puteri PMII bagaimana posisi perempuan dalam islam, dan menganalisis peran dan tanggung jawab perempuan dalam perspektif Al-quran dan Al-hadist serta secara qoidah fiqhiyah.

Fatim Ketua KOPRI PC Bangkalan menjelaskan bahwa Sekolah Islam Gender atau SIG sangat penting dilakukan bagi kader korp pmii putri agar kader kader PMII putri mampu membaca kondisi disekitarnya, kritis, logis dan dinamis serta berintegritas.

“ini penting dilakukan, sebagai kader putri kita harus paham tentang posisi kita sebagai perempuan, agar kelak dimasyarakat mampu berintraksi dengan baik” katanya, Minggu (21/8/2016)

Lebih lanjut ia berharap kader-kader putri yang telah dilatih selama hari ini semoga mampu menempatkan dirinya dan melaksanakan peran dan tanggung jawabnya baik diranah domestik dan diranah publik secara maksimal.

Sementara Nurul Hidayah Ketua Kopri PK Stamidiya mengatakan bahwa SIG ini tidak hanya diikuti oleh kader bangkalan saja, melainkan diikuti oleh dari cabang lainnya hususnya dimadura, “Tidak hanya bangkalan saja mas, dari berbagai cabang juga berpartisipasi” jelas Nurul

Nurul sebagai tuan rumah berharap semoga ilmu yg telah didapatkan selama pelatihan, dapat disalurkan oleh peserta di cabangnya masing-masing, agar perlawanan terhadap ketidakadilan gender ini bisa teratasi. pungkasnya. (AS)